Seragam Kecil, Kenangan Besar

Ada banyak hal yang membuat sebuah sekolah dapat terus bertumbuh. Ada guru yang mengajar dengan hati, ada siswa yang belajar dan berkarya, ada orang-orang yang bekerja di balik layar, dan ada pula orang tua yang memilih untuk tidak hanya menyerahkan pendidikan anaknya kepada sekolah, tetapi juga ikut berjalan bersama sekolah.

Mereka adalah para orang tua yang dipercaya menjadi bagian dari komite sekolah.

Kehadiran komite sekolah bukan sekadar sebuah struktur atau kepengurusan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sekolah swasta, mereka ikut memikirkan bagaimana sekolah dapat terus bertahan, berkembang, dan dikenal oleh masyarakat.

MIsalnya, ketika sekolah mempersiapkan siswa untuk mengikuti perlombaan, dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Ketika sekolah mengadakan pagelaran, open house, atau berbagai kegiatan untuk memperkenalkan potensi siswa, diperlukan dukungan dan persiapan yang matang. Di situlah para orang tua hadir.

Mereka ikut memikirkan sumber dana, mencari dukungan, merancang program, dan membantu mempromosikan berbagai aktivitas serta keunggulan sekolah kepada masyarakat. Mereka ikut memikirkan bagaimana semakin banyak orang mengenal sekolah, terutama karena sekolah swasta menghadapi tantangan tersendiri dalam mendapatkan murid baru.

Mungkin bagi sebagian orang, apa yang mereka lakukan terlihat seperti hal-hal kecil yang terjadi di balik layar. Namun, bagi sekolah, kehadiran mereka sangat berarti.

Sekolah merasa tidak berjalan sendirian.

Ada orang tua yang bersedia ikut memikirkan kebutuhan sekolah. Ada yang meluangkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan mungkin harus menyisihkan kesibukan pribadi. Semua dilakukan karena ada satu harapan yang sama: agar anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, berkarya, dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Waktu pun akhirnya membawa mereka sampai pada penghujung masa tugas. Sebagai ungkapan syukur dan terima kasih, sekolah ingin memberikan sebuah kenang-kenangan. Bukan sesuatu yang mahal atau mewah. Hanya sebuah boneka beruang. Namun, boneka itu kemudian menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar hadiah. Seekor beruang kecil dibuatkan pakaian seragam sekolah, lengkap dengan logo sekolah. Yang membuatnya bukan seorang penjahit profesional, melainkan seorang guru yang mencoba membuatnya dengan tangannya sendiri.

Mungkin membuat pakaian boneka bukanlah keahliannya. Ada pola yang harus dipikirkan, kain yang harus dipotong, bagian-bagian kecil yang harus dijahit, dan mungkin beberapa kali harus dibongkar dan diperbaiki agar ukurannya pas. Tetapi semuanya dikerjakan dengan telaten. Bukan karena pekerjaannya mudah. Justru karena ada kasih di dalamnya..

Setiap jahitan seolah mengatakan, “Terima kasih karena selama ini telah berjalan bersama kami.”

Seragam kecil itu mungkin tidak sempurna. Jahitannya mungkin tidak seperti hasil karya seorang profesional. Tetapi justru di situlah letak keindahannya.

Karena hadiah itu dibuat dengan tangan. Dikerjakan dengan waktu. Dan diberikan dengan hati.

Suatu hari nanti, mungkin boneka itu akan diletakkan di sebuah lemari, di ruang keluarga, atau di suatu sudut rumah. Warnanya mungkin tidak lagi secerah ketika pertama kali diberikan. Seragam kecilnya mungkin mulai terlihat usang.

Tetapi semoga ketika melihatnya kembali, para orang tua itu akan teringat pada sebuah masa ketika mereka pernah menjadi bagian dari perjalanan sekolah.

Mereka akan teringat pada kegiatan-kegiatan yang pernah diperjuangkan bersama, pada rapat-rapat yang pernah dilakukan, pada dana yang pernah dicari, pada program yang pernah dipikirkan, pada open house yang pernah dipersiapkan, dan pada anak-anak yang menjadi alasan mengapa semua itu dilakukan.

Sebuah boneka beruang memang sederhana. Tetapi terkadang, benda yang sederhana justru menyimpan cerita yang besar. Karena yang membuat sebuah kenang-kenangan menjadi berarti bukanlah harga atau kemewahannya. Melainkan kasih yang menyertainya.

Terima kasih kepada para orang tua yang pernah menjadi bagian dari perjalanan sekolah ini. Terima kasih karena tidak hanya menjadi orang tua bagi putra-putri yang belajar di sekolah ini, tetapi juga pernah ikut menjaga, memikirkan, dan memperjuangkan sekolah ini.

Tugas mungkin telah selesai. Kepengurusan mungkin telah berganti. Tetapi kebaikan yang pernah diberikan tidak akan selesai bersama berakhirnya masa tugas.

Semoga seragam kecil pada boneka beruang itu menjadi pengingat bahwa pernah ada sekelompok orang tua yang dengan tulus berjalan bersama sekolah.

Sederhana kenangannya, tetapi besar arti kasih di dalamnya.

Terima kasih kepada seluruh pengurus Komite Sekolah yang telah berjalan bersama sekolah dengan pikiran, waktu, tenaga, dan kasih.

Terima kasih, Ibu Arum, Ibu Johanna, Ibu Puspa, Ibu Yuniar, dan  Ibu Retno atas waktu dan dedikasinya bagi sekolah kami.

Sebuah tugas mungkin berakhir, tetapi kebaikan yang pernah diberikan akan tetap menjadi bagian dari perjalanan sekolah.

Loading

6 komentar untuk “Seragam Kecil, Kenangan Besar”

  1. Sy jd menangis baca ini, sangat terharu ingat perjalanan bersama, bpk ibu Guru dan teman2 Komite, walau sdh “pensiun” jd komite, tapi hubungan persaudaraan kekal tdk ada kata pensiun, tks banyak bu, Semoga Tuhan memberkati🙏😇🥰

  2. WOW Luar biasa ibu-ibu Komite sekolah yang hebat, perjuangan ibu-ibu komite tidaklah sia-sia. senang sekali bisa bekerjasama dengan ibu-ibu komite yang hebat, meski kepengurusan telah berakhir bukan berarti jalinan komunikasi juga berakhir, justru ini menjadi aset sekolah yang tiada duanya. Trimakasih ibu-ibu komite yang hebat.

  3. Terharu baca tulisan Bu Jul. Terimakasih orang tua yang sudah rela menjadi komite dan berkorban segalanya untuk Krista Mitra.
    Tuhan yang membalas dengan berkat-berkat yang terbaik.
    Terima kasih Bu Jul yang sudah rela menjahit sehingga tidak tidur semalaman hehehe, Tuhan juga memberkati dengan berlimpah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »
Scroll to Top